Rabu, 28 September 2016

islam di pulau jawa

Pada jaman dahulu masyasarakat Jawa mayoritas memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan tersebut mempengaruhi kebudayaan Jawa yang berakulturasi dengan budaya Hindu dan Budha yang datang dari India. Islam sendiri kemudian masuk ke tanah Jawa dengan dibawa oleh para pedagang Gujarat dan Persia serta Arab. sejarah awal masuknya islam di pulau jawa ini ditandai dengan adanya prasasti berupa batu nisan bernama Fatimah binti Maimun dan makam dari salah satu Sunan yaitu Maulana Malik Ibrahim. Perkembangan sejarah Islam di tanah Jawa sendiri melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, politik dan kesenian. Peran dari para wali ternyata sangat membantu mengenalkan Islam kepada masyarakat.
Sejarah Awal Agama Islam Masuk Ke Tanah Jawa 
Wali Songo sendiri menjadi salah satu faktor utama penyebaran agama Islam di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Wali sendiri pada masa tersebut memiliki arti sebagai ahli agama yang sudah mencapai tingkatan tertentu dan dekat dengan Allah. Ditambah lagi para wali ini sangat dekat dengan istana. Bahkan sudah menjadi penasihat spiritual raja atau sultan. Oleh sebab itu mereka diberi gelar Sunan. Berikut 9 sunan yang bertugas menyebarkan agama islam :
a. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim): Sunan Gresik datang ke Jawa pada abad ke 13 dan menyebarkan agama Islam di wilayah Gresik.

b. Sunan Ampel (Raden Rahmat): Sunan Ampel menyebarkan agama Islam di daerah Surabaya dan juga menjadi perencana pembangunan Masjid Agung Demak yang megah.

c. Sunan Drajad (Syarifudin): Sunan Drajad merupakan putra dari Sunan Ampel. Ia membantu sang ayah untuk menyebarkan agama Islam di sekitar Surabaya.

d. Sunan Bonang (Makdum Ibrahim): Sunan Bonang merupakan saudara kandung dari Sunan Drajad. Ia ikut menyebarkan agama Islam di daerah Tuban, Lasem, hingga Rembang. Sunan Bonang kerap mengeluarkan keputusan yang cukup bijaksana.

e. Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said): Sunan yang cukup terkenal, Sunan Kalijaga ini merupakan murid dari Sunan Bonang. Ia memiliki cara menyebarkan Islam di Jawa Tengah dengan beradaptasi dengan lingkungan yang ia datangi.

f. Sunan Giri (Raden Paku): Sunan Giri menyebarkan agama Islam di Jawa hingga Nusa Tenggara serta Maluku. Ia memiliki cara menyebarkan agama Islam dengan permainan.

g. Sunan Kudus (Jafar Sodiq): Sunan Kudus menyebarkan agama Islam di daerah Kudus. Jafar Sidiq yang merupakan nama asli dari Sunan Kudus ini adalah ahli seni bangunan yang membuat Masjid Agung Kudus dan juga menara Kudus.

h. Sunan Muria (Raden Umar Said): Sunan Muria sendiri menyebarkan agama Islam di Gunung Muria yang berhubungan langsung dengan rakyat jelata.

i. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah): Daerah Banten dan Sunda Kelapa serta Cirebon menjadi daerah penyebaran dari Sunan Gunung Jati.

Berdakwah menjadi salah satu cara penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh para sunan yang menjadi kunci utama agama islam masuk ke tanah Jawa. Para wali langsung mendatangi masyarakat dan menyebarkan agama Islam dengan menggabungkan unsur sosial budaya pada dakwah mereka. Mereka mengajarkan agama melalui pesan-pesan moral yang sesuai dengan budaya setempat. Selain itu para wali juga mendirikan pesantren.
Sejarah awal agama islam masuk ke tanah Jawa yang dibawa oleh pedagang Arab memberikan perubahan besar dalam sistem kasta di masyarakat. Rakyat jelata dan miskin derajatnya langsung terangkat dan tidak tertindas oleh peraturan istana. Semua masyarakat memiliki nilai dan derajat yang sama. Hal ini yang membuat agama Islam mendapatkan perhatian lebih di kalangan masyarakat di pulau Jawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar